Selasa, 13 April 2010

Presentasi Bokong diPuskesmas Talang Ratu Palembang

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kematian maternal didefinisikan sebagai kematian wanita pada masa kehamilan sampai dengan 42 hari sesudah kelahiran, tidak tergantung dari lama dan lokasi kehamilan dan disebabkan oleh apapun yang berhubungan dengan kehamilan atau penanganannya, tetapi tidak secara kebetulan atau oleh penyebab tambahan lainnya.
Menurut WHO tahun 2008 menyatakan bahwa masih tingginya morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil dan bersalin merupakan masalah besar di negara berkembang. Di negara miskin sekitar 25-50% kematian usia subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan. Berdasarkan data penelitian world bank atau bank dunia tahun 2008, angka kematian ibu saat melahirkan adalah 420 dari 100.000 ibu yang melahirkan.
Menurut Depkes RI (2007) kondisi derajat kesehatan di Indonesia masih memprihatinkan antara lain ditandai dengan masih tingginya AKI yaitu 228/100.000 kelahiran hidup dan kematian bayi baru lahir 34/1.000 kelahiran hidup (SDKI 2007-2008).
Di Indonesia angka kematian ibu (AKI) adalah 235/100.000 kelahiran hidup, hingga tahun 2009 diharapkan angka kematian ibu mencapai 226/100.000 kelahiran hidup. (Dinkes, Sumsel 2007)
Berdasarkan survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2005, penyebab kematian ibu secara langsung diantaranya perdarahan 30%, eklamsi 25%, Infeksi 12%, Abortus 5%, Emboli Obstetri 3%, Komplikasi masa nifas 16%, Penyebab lain 12%, Sedangkan penyebab tidak langsung lainnya seperti terlambat mengenali tanda bahaya karena tidak mengetahui tanda kehamilan dalam resiko tinggi, terlambat mencapai fasilitas untuk persalinan dan terlambat untuk mendapatkan pelayanan.
Angka kematian ibu di Sumatera Selatan pada tahun 2001 mencapai 62,1% kelahiran hidup, dan pada tahun 2002 menjadi 54,4% kelahiran hidup, baik faktor resiko maupun resiko tinggi dalam kehamilan hendaknya memilki pemantauan yang ketat dan merupakan prioritas dalam pelayanan antenatal care (ANC).
Ibu hamil dengan presentasi bokong di Puskesmas Talang Ratu Palembang tahun 2007 adalah 2 orang, tahun 2008 adalah 2 orang dan tahun 2009 (sampai dengan bulan Agustus ) adalah 3 orang. Ibu hamil dengan faktor resiko usia kurang dari 20 tahun di Puskesmas Talang Ratu Palembang tahun 2007 adalah 47 orang ( %), tahun 2008 adalah ( %) dan tahun 2009 (sampai dengan bulan agustus) adalah ( %).
Berdasarkan uraian di atas maka, penulis tertarik untuk membahas kasus Ny”S” dengan judul laporan yang penulis buat yaitu Asuhan Kebidanan Pada Ny ”S” Dengan Kehamilan G1P0A0 Hamil 25 Minggu Dengan Presentasi Bokong Dan Faktor Resiko Yaitu Usia Ibu <20 Tahun Di Ruang KIA Puskesmas Talang Ratu Palembang Tahun 2009-2010.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan data yang kami ambil di Puskesmas Talang Ratu Palembang, terlihat adanya kejadian peningkatan kasus kehamilan dengan presentasi bokong anatara tahun 2007, 2008 dan 2009. Tahun 2007 adalah 2 orang ( %), tahun 2008 adalah 2 orang ( %) dan tahun 2009 (sampai dengan bulan Agustus) adalah 3 orang ( %). Begitupun untuk kasus kehamilan dengan faktor resiko usia kurang dari 20 tahun di Puskesmas Talang Ratu Palembang, tahun 2007 adalah . Oleh karena itulah kami tertarik untuk mengangkat kasus kehamilan dengan presentasi bokong dan faktor resiko usia kurang dari 20 tahun sebagai tugas dalam mengikuti praktik klinik kebidanan di Puskesmas Talang Ratu Palembang.

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny ”S” sesuai dengan standar pelayanan kebidanan di Pendidikan dan di ruang KIA Puskesmas Talang Ratu Palembang serta mampu untuk mendeteksi dini adanya kemungkinan Faktor resiko maupun Resiko tinggi yang menyertai kehamilan.

1.3.2 Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dapat melaksanakan pengkajian data subjektif dalam melaksanakan asuhan kebidanan .kehamilan dengan presentasi bokong faktor resiko.
b. Mahasiswa dapat melaksanakan pengkajian data objektif dalam melaksanakan asuhan kebidanan .kehamilan dengan presentasi bokong dan faktor resiko.
c. Mahasiswa dapat mengidentifikasi masalah, menegakkan diagnosa dan menetukan kebutuhan dari kehamilan dengan presentasi bokong dan faktor resiko.
d. Mahasiswa dapat mengantisipasi masalah atau diagnosa potensial yang mungkin dapat terjadi dalam melaksanakan Asuhan Kebidanan pada kehamilan dengan presentasi bokong dan faktor resiko.
e. Mahasiswa dapat merencanakan dan melaksanakan tindakan asuhan yang akan diberikan pada kehamilan dengan presentasi bokong dan faktor resiko.
f. Mahasiswa dapat mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan tindakan yanng telah dilakukan dalam asuhan kebidanan pada kehamilan dengan presentasi bokong dan faktor resiko.

1.3.3 Waktu dan Tempat
Pengkajian data dan asuhan kebidanan yang dilakukan terhadap ibu hamil Ny ”S” dilaksanakan pada tanggal 18-25 Agustus 2009. Tempat dilaksanakannya yaitu di ruang KIA Puskesmas Talang Ratu Palembang tahun 2009.


1.3.4 Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini :
a. Membantu mahasiswa dalam mempelajari proses Asuhan Kebidanan Pada Ny ”S”.
b. Berguna dan membantu dalam proses pembelajaran di akademik
c. Menambah bahan literatur bagi mahasiswa Akademi Kebidanan


BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Definisi Kehamilan
Masa kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu/9 bulan 10 hari) dihitung dari Hari pertama haid terakhir. (Obstetri fisiologi, 1998)
Periode Ante Partum adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan yang menandai akhir periode ante partum (Varney, 2006).
Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester yaitu trimester I dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan (0-12 minggu), trimester II dari bulan ke-4 sampai bulan ke-6 (13-28 minggu) dan trimester III dari bulan ke-7 sampai bulan ke-9 (29-42 minggu). (Saifuddin, 2006).

2.2 Letak Sungsang
2.2.1 Definisi dan macam letak sungsang
a. Letak sungsang dimana janin yang memanjang (membujur) dalam rahim kepala di fundus(Mochtar, 1998 : 350)
b. Letak sungsang pada persalinan justru kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir (Manuaba, 1998 : 360)
c. Letak sungsang adalah letak memanjang dengan bokong sebagai bagian yang terendah (presentasi bokong). Kejadiannya ± 3 %, pada kehamilan setelah 37 minggu, didapatkan 5-7% letak sungsang, pada kehamian trimester ke -2 (21-24 minggu) 33%, pada awal trimester ke-3 (29-32 minggu) 14%, letak sungsang dibagi sebagai berikut:
1) Letak bokong murni: presentasi bokong murni, dalam bahasa Inggris “frank breech”. Bokong saja yang menjadi bagian depan sedangkan kedua tungkai lurus ke atas.
2) Letak bokong kaki (presentasi bokong kaki)/“complete breech”. Disebut letak bokong kaki sempurna atau tidak sempurna jika disamping bokong teraba kedua kaki atau satu kaki saja.
3) Letak lutut (presentasi lutut)
4) Letak kaki (presentasi kaki) : Tergantung pada terabanya kedua kaki atau lutut atau hanya teraba satu kaki atau lutut disebut letak kaki atau lutut sempurna dan letak kaki atau lutut tidak sempurna. Dari letak-letak ini letak bokong murni paling sering dijumpai. Punggung biasanya terdapat di kiri depan. Frekuensi letak sungsang lebih tinggi pada kehamilan muda dibandingkan dengan kehamilan aterm dan lebih banyak pada multigravida daripada primigravida (Sulaeman, 1984).
d. Letak sungsang merupakan keadaan dimana bokong janin atau kaki berada di bagian bawah kavum uteri (rongga rahim) (haryoga, 2008).

2.2.2 Diagnosa
a. Pemeriksaan Abdomen
Palpasi, Dengan perasat Leopold didapatkan;
1. Leopold I : Kepala janin yang keras dan bulat dengan balotemen menempati bagian fundus uteri
2. Leopold II : Teraba punggung berada satu sisi dengan abdomen dan bagian-bagian kecil berada pada sisi yang lain.
3. Leopold III : Bokong janin teraba di atas pintu atas panggul selama engagement belum terjadi.

Auskultasi
1. Denyut jantung janin biasanya terdengar paling keras pada daerah sedikit diatas umbilikus, sedangkan bila ada engagement kepala janin, denyut jantung janin terdengar dibawah umbilikus.
2. Pemeriksaan dalam untuk mengetahui bokong dengan pasti, kita harus meraba os sacrum, tuber ossis ischii, anus.
3. Pemeriksaan Penunjang apabila masih ada keraguan harus dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografik atau M.R.I. (Magnetic Resonance Imaging).

2.2.3 Etiologi
Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan di dalam uterus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu, jumlah air ketuban relative lebih banyak, sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang atau letak lintang. Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relative berkurang. Karena bokong dengan kedua tungkai yang terlipat lebih besar daripada kepala, maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri, sedangkan kepala berada dalam ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan cukup bulan, janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala.

Faktor-faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang adalah :
a. Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong, air ketuban masih banyak dan kepala anak relatif besar.
b. Hydramnion karena anak mudah bergerak
c. Placenta previa karena menghalangi turunnya kepala ke dalam pintu atas panggul.
d. Bentuk rahim yang abnormal
e. Panggul sempit
f. Kelainan bentuk kepala : hydrocephalus, anenchephalus, karena kepala kurang sesuai dengan bentuk pintu atas panggul (Sulaeman, 1998).

Etiologi maternal yaitu kelainan uterus (septum, uterus unikornis), tumor ginekologi (mioma uteri, tumor adneksa) sedangkan etiologi fetal yaitu kelainan cairan ketuban (poly atau oligohidramnion), kelainan fetus (Anenchefalus, hydrochefalus, kelainan neuromuscular seperti distrofia miotonik).

2.2.4 Prognosa
a. Bagi Ibu
1. Rupture perinea atau robekan pada perinea
2. Ketuban lebih cepat pecah
3. Partus lebih lama
4. Mudah terkena infeksi.
5. Sebab kematian perinatal terpenting adalah prematuritas dan penangan persalinan yang kurang sempurna.
b. Bagi Anak
1. Gangguan peredaran darah plasenta
2. Tali pusat terjepit antara kepala dan panggul
3. Asfiksia
4. Kematian anak dengan letak sungsang tiap 3 kali lebih besar dari pada kematian anak letak kepala.
5. Kelahiran kepala janin yang lebih dari 8 menit setelah umbilicus dilahirkan, akan membahayakan kehidupan janin.
6. Bahaya asfiksia janin juga terjadi akibat tali pusat yang menumbung
7. Luka pada kepala dan perdarahan dalam tengkorak akibat kompresi dan dekompresi kepala terjadi dengan cepat.

Sebab-sebab kematian anak pada letak sungsang ialah :
a. Setelah pusat lahir, maka kepala anak mulai masuk ke dalam rongga panggul, sehingga tali pusat tertekan antara kepala dan rongga panggul. Diduga bahwa kepala harus lahir dalam 8 menit, setelah pusat lahir supaya anak dapat lahir dengan selamat.
b. Pada letak sungsang dapat terjadi perdarahan otak karena kepala dilahirkan dengan cepat.
c. Dapat terjadi kerusakan dari tulang belakang karena tarikan dari badan anak.
d. Pada letak sungsang labih sering terjadi prolapsus foeniculi, karena bagian depan kurang baik menutup bagian bawah rahim. Selain dari itu karena pertolongan mungkin terjadi fraktur humerus atau klavikula, paralyse lengan karena tekanan atau tarikan pada plexsus brachialis.

2.2.5 Penanganan
a. Pemeriksaan Khusus USG sebagai diagnosa pasti
b. Perencanaan pertolongan persalinan di Rumah Sakit

2.3 Kehamilan dengan Faktor Resiko
Yang tergolong dalam faktor resiko dalam kehamilan , yaitu :
1. Usia ibu kurang dari 20 tahun
2. Usia ibu lebih dari 35 tahun
3. Tinggi badan kurang dari 150 cm
4. Paritas lebih dari 5
5. Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun
6. Lila kurang dari 23,5cm.
(Khohort ibu hamil)

Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. (Ubaydillah, 2000). Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain:
a. Resiko bagi ibunya :
1. Mengalami perdarahan.
Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim).kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.


2. Kemungkinan keguguran / abortus.
Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja, baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.
3. Persalinan yang lama dan sulit.
Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin, kelainan panggul, kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salah.
4. Kematian ibu. (Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi).


b. Dari bayinya :
1. Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.
Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.
2. Berat badan lahir rendah (BBLR).
Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.500 gram. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil, umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.
3. Cacat bawaan
Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kelainan genetik dan kromosom, infeksi, virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.



4. Kematian bayi.
Kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal.yang disebabkan berat badan kurang dari 2.500 gram, kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari), kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.(Manuaba,1998).


BAB III
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS TALANG RATU PALEMBANG

3.1 Visi, Misi, Motto dan Indikator Palembang Indonesia Sehat 2009
3.1.1 Visi
Tercapainya kelurahan 20 Ilir D IV sehat yang optimal tahun 2009 dengan bertumpu pada pelayanan prima dan pemberdayaan masyarakat.

3.1.2 Misi
a. Meningkatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat
b. Meningkatkan professional provider
c. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang optimal
d. Menurunkan resiko kesakitan dan kematian

3.1.3 Motto
a. Ramahlah , Satu langkah, satu senyuman
b. Kreatiflah, ada ide langsung action
c. Disiplin mulai dari diri kita masing-masing
d. Bersih cerminan dari iman
e. Jangan tunda pekerjaan, kerjakan segera
f. Pelayanan prima merupakan bagian dari kita semua

3.1.4 Indikator Palembang Indonesia Sehat 2009
a. Seluruh masyarakat sudah berperilaku hidup bersih dan sehat
b. Lingkungan tidak tercemar penyakit
c. Sarana dan prasarana kesehatan bermutu prima
d. Cakupan program tercapai optimal.

3.2 Gambaran Umum Puskesmas Talang Ratu Palembang
3.2.1 Sejarah Berdirinya Puskesmas Talang Ratu
a. Sebelum menjadi puskesmas, dahulunya Puskesmas Talang Ratu merupakan Balai Pengobatan dan didirikan pada tahun 1965. Pada awal berdirinya balai pengobatan dipimpin oleh Bapak Amin sampai tahun 1966. Kemudian pada tahun 1966 sampai 1970 balai pengobatan tersebut dipimpin Bapak Tiyo. Pada tahun 1970, balai pengobatan menjadi Puskesmas Pembantu tipe C yang induknya Puskesmas Dempo. Puskesmas ini dipimpin oleh Dr. Ahmad Tiar pada tahun 1970-1975. Kemudian pada tahun 1975, puskesmas pembantu tipe C diganti menjadi Puskesmas Induk yang diresmikan pada tahun 1984 tetapi tidak membawahi puskesmas lainnya.

3.2.2 Wilayah Puskesmas Talang Ratu
Berdasarkan SK Walikota Palembang pada tahun 2001 Wilayah kerja Puskesmas Talang Ratu hanya meliputi 1 kelurahan yaitu Kelurahan 20 Ilir D-IV. Batas-batasnya adalah :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Siring Agung
b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Demang Lebar Daun
c. Sebelah Barat Berbatasan dengan Kelurahan Srijaya
d. Sebelah Timur Berbatasan dengan kelurahan 20 Ilir D-III

Puskesmas Talang Ratu merupakan salah satu Puskesmas Induk di kecamatan Ilir Timur I dengan Luas wilayah 95 ha. Letaknya di Jalan Letnan Murod No.986 Rt.15 KM.5 Kelurahan 20 Ilir Daerah IV Palembang

3.2.3 Fasilitas Pelayanan Yang Tersedia
a. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
1) Pelayanan Ibu hamil, Ibu nifas dan Ibu menyusui
2) Pelayanan KB
3) Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
4) Managemen Terpadu Bayi Muda (MTBM)
b. Balai Pengobatan Umum dan Pelayanan Gawat Darurat
c. Klinik Gilingan Mas (gizi, Imunisasi dan Lingkungan Masyrakat)
d. Balai Pengobatan Gigi
e. Laboratorium Terbatas (BTA, Hb, PT)
f. Apotek
g. Kamar mandi
h. Ruang tunggu

BAB IV
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY ”S” DENGAN KEHAMILAN G1P0A0 HAMIL 25 MINGGU DENGAN PRESENTASI BOKONG DAN FAKTOR RESIKO YAITU USIA IBU <20 TAHUN DI RUANG KIA PUSKESMAS TALANG RATU PALEMBANG TAHUN 2009-2010

Pengkajian ini dilakukan pada tanggal 18 agustus 2009 pukul 10.05 WIB di Ruang KIA oleh Mahasiswa Akademi Kebidanan Tunas Harapan Bangsa Palembang tahun 2009.

No Reg : 00034/09

4.1 DATA SUBJEKTIF
I. Biodata
Nama Ibu : Ny. Suci Okvia
Umur : 19 th
Suku/Bangsa : Betung/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT
Alamat : Jl. Letnan Murod Lr.jambu
Rt/03 Talang Ratu Plg


Nama Suami : Tn. Yuransyah
Umur : 24 th
Suku/bangsa : Betung/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SI
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Letnan Murod Lr.Jambu Rt.03 Talang Ratu Plg

II. Alasan Datang :
Ibu hamil datang ke Puskesmas mengaku hamil anak pertama dengan usia kehamilan 6 bulan, Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya.


III. Data Kebidanan
A. Haid

Menarche : 12 tahun
Siklus : 28 hari
Lamanya : 7 hari
Banyaknya : 2 x ganti pembalut
Teratur/tidak : Teratur
Sifat darah : Encer
Disminorhoe : Tidak

B. Riwayat Perkawinan

Kawin : ya, 1 kali
Lamanya perkawinan dengan suami Semarang : 6 bulan
Usia Pertama Waktu kawin : 19 Tahun

C. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu

No Tahun partus Usia Kehamilan Penolong Penyulit Keadaan laktasi/Nifas Keadaan anak keterangan
JK BB PB
1 Ini - - - - - - - -


D. Riwayat Kehamilan Semarang

GPA : G1P0A0
HPHT : 26 – 02 - 2009
TP : 03 – 12 - 2009
ANC : 8 kali di Puskesmas
Imunisasi : TT I
Keluhan pada kehamilan ini : Tidak ada

E. Riwayat KB

Pernah mendengar tentang KB : Pernah
Pernah menjadi akseptor KB : Tidak pernah
IV. Data Kesehatan
A. Penyakit yang pernah dialami : Tidak ada
Operasi yang pernah dialami : Tidak ada
B. Kesehatan keluarga
Kelainan atau penyakit dalam keluarga : Tidak ada
Keturunan Kembar : Tidak ada

V. Data kebiasaan sehari-hari
A. Nutrisi
Makan : 3 x/hari
Porsi
* Pagi : 1 piring nasi Goreng/roti dan buah
* Siang : 1 piring nasi, lauk, pauk dan sayuran
* Malam : 1 piring nasi, lauk dan sayur
Minum
* pagi : 2 gelas air putih dan 1 gelas susu
* Siang : 4-5gelas air putih
* Malam : 3 gelas air putih dan 1 gelas susu
Keluhan : Tidak ada
Pantangan : Tidak ada

B. Eliminasi
BAK
Frekuensi : 3-4 kali/hari
Warna : Kuning Jernih

BAB
Frekuensi : 1 kali/hari
Konsistensi : Lembek
Warna : Kuning

C. Olahraga : Tidak pernah
D. Istirahat/Tidur
Malam : 7 Jam
Siang : 1 jam

E. Personal Hygiene
Mandi : 3 kali/hari
Sikat Gigi : 3 kali/hari Setiap kali mandi
Ganti celana dalam : Setelah mandi atau jika basah, kotor dan lembab

VI. Data Psikososial
A. Pribadi
Alasan datang kepetugas kesehatan : Ingin memeriksakan kehamilan
Harapan terhadap persalinan : Berjalan normal
Rencana tempat persalinan : Rumah sakit
Persiapan yang telah dilakukan : Materil dan moril
Rencana menyusui : ASI
Rencana perawatan anak : Merawat sendiri
Kontrasepsi yang akan digunakan : Belum ada rencana
Rencana jumlah anak : 2 orang

B. Keluarga
Tanggapan suami atau keluarga terhadap kehamilan : Sangat senang
Dorongan yang diberikan suami/keluarga : Materil & moril


C. Budaya
Kebiasaan/adat istiadat yang dilakukan selama kehamilan : Tidak ada

4.2 DATA OBJEKTIF
I. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmenthis
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 80 kali/menit
Respirasi : 20 kali/menit
Suhu : 36,8 0C
Berat badan : - Sebelum Hamil : 59 Kg
- Saat Hamil : 66 Kg
Tinggi badan : 156 cm
LILA : 30 cm

II. Pemeriksaan Obsentrik
A. Inspeksi
1. Kepala
Mata
* Sclera : Putih
* Conjungtiva : Merah
Muka : Chloasma gravidarum (+)
Mulut
* Lidah : Bersih
* Gigi : Bersih
2. Leher
Kelenjar Tyroid : Tidak ada pembesaran
Tumor : Tidak ada
3. Dada
Pembesaran payudara : Simetris
Areola mammae : Hiperpigmentasi (+)
Puting susu : Menonjol
4. Abdomen
Pembesaran : Simetris
Linea : Nigra
Striae : Livide
Luka Bekas operasi : Tidak ada
Kelainan : Tidak ada

5. Genetalia Eksternal
Labia Mayora/minora : Tidak ada kelainan
Kelenjar Bartholini : Tidak ada pembesaran
Pengeluaran : Tidak ada
6. Ekstremitas
Tungkai simetris/tidak : Simetris
Oedema : Tidak ada
Varices : Tidak ada
Kelainan : Tidak ada

B. Palpasi
Leopold I : TFU 2 jari di atas pusat, Bagian fundus teraba kepala
(MD:22cm)
Leopold II : Punggung janin terdapat dibagian kiri dan bagian kecil
Terdapat di bagian kanan perut ibu
Leopold III : Presbo, Belum masuk PAP
Leopold IV : Belum dilakukan pemeriksaan
TBJ : 1550 Gram

C. Auskultasi
DJJ : ( + )
Frekuensi : 130 kali/menit
Lokasi : Terdapat dibagian kiri perut ibu disekitar pusat

D. Perkusi
Refleks Patella : Kanan ( + )/ kiri ( + )

III. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
1. Darah
Hb : 13,8 gr %

2. Urine
Protein : Tidak dilakukan pemeriksaan
Glukosa : Tidak dilakukan pemeriksaan

4.3 ASSESMENT
Diagnosa Kebidanan : G1P0A0, Hamil 25 minggu, JTH, puki, Presbo.

Masalah : - Letak janin sungsang
- Usia ibu dibawah usia Reproduksi (<20 th)

Kebutuhan : - Informasi tentang keadaan ibu dan janin
- Informasi tentang cara melakukan posisi Knee Chest (Lutut dada)
- Informasi tentang tanda bahaya dalam kehamilan presentasi bokong
- Motivasi untuk ber-KB karena usia ibu kurang dari 20 tahun
- Support atau dukungan emosional
- Informasikan pada ibu untuk melakukan USG

4.4 PLANNING
Dilakukan pada tanggal 18 Agustus 2009 pada pukul 11.30 wib
Perencanaan
1. Jelaskan kepada ibu mengenai keadaan ibu dan janin
2. Berikan informasi mengenai terapi yang dapat merubah posisi janin yaitu ibu melakukan posisi knee chest (lutut dada)
3. Jelaskan kepada ibu mengenai tanda bahaya dalam kehamilan
4. Pemberian Suplementasi multivitamin.
5. Sarankan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian untuk pemberian TT 2
6. Sarankan ibu agar mengikuti program KB terlebih dahulu setelah anaknnya lahir untuk mengatur kehamilan ibu dan untuk mematangkan organ reproduksi karena ibu tergolong Faktor resiko yaitu usia yang masih <20 tahun.
7. Sarankan ibu untuk melakukan pemeriksaan USG pada dokter spesialis
8. Sarankan ibu unntuk melahirkan di Rumah Sakit.

Pelaksanaan
1. Menjelaskan kepada ibu mengenai keadaan ibu dan janin.
2. Memberikan informasi mengenai terapi yang dapat merubah posisi janin yaitu ibu melakukan posisi knee chest (lutut dada)
3. Menjelaskan kepada ibu mengenai tanda bahaya dalam kehamilan seperti perdarahan pervaginam, sakit kepala yang hebat, nyeri epigastrium, dan lain-lain. Dan meminta ibu untuk memeriksakan kehamilannya apabila mendapati tanda-tanda seperti diatas.
4. Memberikan Suplementasi multivitamin.
5. Menyarankan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian untuk pemberian TT 2.
6. Menyarankan ibu agar mengikuti program KB terlebih dahulu setelah anaknnya lahir untuk mengatur kehamilan ibu dan untuk mematangkan organ reproduksi karena ibu tergolong Faktor resiko yaitu usia yang masih <20 tahun.
7. Menyarankan ibu untuk melakukan pemeriksaan USG pada dokter spesialis
8. Menyarankan ibu untuk melahirkan di Rumah Sakit





Evaluasi
Pada tanggal : 25 – 08– 2009 Pukul : 11.10 WIB
1. Ibu mengetahui mengenai kondisi ibu dan janinnya
2. Ibu melakukan latihan posisi knee chest atau posisi lutut dada
3. Ibu mengerti dengan penjelasan bidan mengenai tanda bahaya kehamilan
4. Ibu Meminum secara rutin suplemen multivitamin yang telah diberikan.
5. Ibu melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemidian untuk mendapatkan imunisasi TT 2.
6. Ibu berencana untuk mengikuti program KB setelah bayinya lahir.
7. Ibu datang ke dokter spesialis untuk pemeriksaan USG.
8. Ibu berencana melahirkan di Rumah sakit.

















BAB V
PEMBAHASAN

Dari hasil pengkajian dan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Ny.”S” dengan G1P0A0 hamil 25 minggu yang datang ke Puskesmas Talang Ratu Palembang untuk memeriksakan kehamilannya. Didapat hasil bahwa keadaan umum ibu baik dengan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 80 x/menit, pernapasan 20 x/menit, suhu 36,8 °C, tinggi badan 156 cm, berat badan sebelum hamil adalah 59 Kg dan berat badan sekarang adalah 66 Kg.
Dengan rambut yang hitam dan tidak berketombe, Conjungtiva mata ibu merah dan sklera putih, tampak cloasma gravidarum pada muka ibu , mulut ibu bersih dan tidak adanya sariawan, tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid dan vena jugularis, mammae simetris dan areola yang hiperpigmentasi dan puting susu menonjol, pembesaran perut simetris, tidak ada oedema dan varices pada tungkai, reflek patella positif dan hasil pemeriksaan laboratorium (Hb) ibu menunjukan normal yaitu 13,8 gr%
Namun, pada pemeriksaan palpasi didapat adanya masalah yaitu letak janin sungsang atau Presentasi Bokong. Dalam keadaan normal seharusnya yang menjadi presentasi bagi janin adalah kepala. Tetapi, karena usia kehamilan ibu yang masih 25 minggu (belum aterm) sehingga kemungkinan janin untuk berputar dan merubah posisi itu masih ada. Jadi, keadaan ini tidak terlalu dikhawatirkan dan asuhan yang diberikan pada Ny. ”S” ialah KIE tentang posisi Knee Chest (lutut dada) dengan menyarankan ibu untuk sering melakukan latihan sujud.
Dari hasil pengkajian juga diketahui bahwa usia Ny ”S” termasuk dalam faktor Resiko dalam kehamilan yaitu 19 tahun. (Khohort Ibu hamil)
Sehingga asuhan yang diberikan pada Ny. ”S” adalah KIE tentang Program KB dengan memotivasi ibu untuk menjadi akseptor KB langsung setelah 40 hari kelahiran anaknya untuk mengatur kehamilan. Dan pemantauan yang ketat terhadap Ny. ”S” untuk kemungkinan adanya tanda bahaya yang dihadapi ibu terkait usia ibu yang masih muda
Adapun asuhan kebidanan yang diberikan terhadap Ny. ”S” hamil 25 minggu dengan Presentasi bokong dan faktor resiko usia, antara lain :
1. Menjelaskan kepada ibu mengenai keadaan ibu dan janin.
2. Memberikan informasi mengenai terapi yang dapat merubah posisi janin yaitu ibu melakukan posisi knee chest (lutut dada)
3. Menjelaskan kepada ibu mengenai tanda bahaya dalam kehamilan seperti perdarahan pervaginam, sakit kepala yang hebat, nyeri epigastrium, dan lain-lain. Dan meminta ibu untuk memeriksakan kehamilannya apabila mendapati tanda-tanda seperti diatas.
4. Memberikan Suplementasi multivitamin.
5. Menyarankan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian untuk pemberian TT 2.
6. Menyarankan ibu agar mengikuti program KB terlebih dahulu setelah anaknnya lahir untuk mengatur kehamilan ibu dan untuk mematangkan organ reproduksi karena ibu tergolong Faktor resiko yaitu usia yang masih <20 tahun.
7. Menyarankan ibu untuk melakukan pemeriksaan USG pada dokter spesialis
8. Menyarankan ibu untuk melahirkan di Rumah Sakit

Dari pelaksanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny ”S”, ternyata terdapat kesamaan atau kesesuaian antara teori mengenai standar pelayanan antenatal dengan kenyataan pelaksanaan asuhan antenatal di lahan praktik. Kesamaan atau kesesuaian tersebut terlihat dari cara-cara ataupun langkah yang telah diterapkan oleh bidan dalam membimbing kami dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny. ”S” di Puskesmas Talang Ratu Palembang. Dalam teori kita ketahui ada 8 standar pelayanan antenatal yaitu timbang, tensi, tinggi fundus uteri, TT, tablet Fe, temu wicara, tes laboratorium dan tes PMS. Pada kenyataan pelaksanaan asuhan kebidanan terhadap Ny. ”S”, dilakuakan penimbangan berat badan dari Ny.”S”, pengukuran tekanan darah Ny. ”S”, pengukuran tinggi fundus uteri Ny. ”S”, pemberian imunisasi TT 1 dan TT 2 terhadap Ny. ”S”, pemberian tablet Fe terhadap Ny. ”S” sebanyak 90 butir, adanya temu wicara dengan antara Bidan dengan Ny. ”S” dan pelaksanaan tes laboratorium (pemeriksaan Hb) terhadap Ny. ”S” sedangkan untuk pelaksanaan tes PMS tidak dilakukan karena tidak adanya tanda atau gejala yang mengarah pada penyakit menular seksual terhadap ibu. Sehingga pelaksanaan tes PMS tidak perlu dilakukan.


BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Dari asuhan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Dari data Subjektif diketahui bahwa Ny.”S” datang ke puskesmas Talang Ratu pada tanggal 18 Agustus 2009 pukul 10.05 WIB untuk memeriksakan kehamilannya. Ibu mengaku hamil anak pertama dengan usia kehamilan enam bulan. Sedangkan dari data objektif didapat tinggi fundus uteri ialah 2 jari di atas pusat dengan presentasi bokong.
2. Dari pengkajian yang dilakukan, didapatkan diagnosa Ny. ”S” hamil 25 minggu, janin tunggal hidup dengan presentasi bokong. Masalah yang dihadapi dalah bahwa letak janin sungsang dan usia Ny.”S” kurang dari 20 tahun (faktor resiko). Sehingga, kebutuhan atas masalah tersebut adalah informasi tentang keadaan ibu dan janin, konseling posisi Knee Chest (Lutut dada), informasi tentang tanda bahaya dalam kehamilan, motivasi untuk ber-KB karena usia ibu kurang dari 20 tahun, dan pemantauan yang lebih ketat terhadap kemungkinan yang buruk.
3. Adapun perencanaan yang diberikan pada Ny. ”S” adalah memberikan konseling mengenai terapi yang dapat merubah posisi janin yaitu ibu melakukan posisi knee chest (lutut dada), menjelaskan kepada ibu mengenai tanda bahaya dalam kehamilan seperti perdarahan pervaginam, sakit kepala yang hebat, nyeri epigastrium, dan lain-lain. Dan meminta ibu untuk memeriksakan kehamilannya apabila mendapati tanda-tanda seperti diatas, memberikan Vitamin Bcompleks dan Fe, menyarankan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian untuk pemberian TT 2, menyarankan ibu agar mengikuti program KB terlebih dahulu setelah anaknnya lahir untuk mengatur kehamilan ibu dan untuk mematangkan organ reproduksi karena ibu tergolong Faktor resiko yaitu usia yang masih <20 tahun dan menyarankan ibu untuk melahirkan di Rumah Sakit.
4. Ibu mengetahui mengenai hasil pemeriksaan dan ibu mengerti dengan KIE yang diberikan.

6.2 Saran
Adapun Saran yang hendak disampaikan oleh penulis antara lain :
1. Ibu diharapkan dapat melaksanakan asuhan dan nasehat yang telah diberikan.
2. Ibu diharapkan dapat mengetahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan.
3. Menyarankan ibu untuk memeriksakan kehamilannya.
4. Menyarankan ibu untuk melakukan USG.
5. Menyarankan kepada ibu untuk bersalin di rumah sakit.
6. Menyarankan kepada ibu untuk ber-KB setelah melahirkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar